Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026

UTBK-SNBT Tahun 2026 terdiri atas dua kelompok tes yang masing-masing mempunyai tujuan, cara pengerjaan, dan waktu yang berbeda-beda. Pada setiap subtes, peserta diminta untuk memilih jawaban sesuai dengan petunjuk pengerjaannya. Keseluruhan waktu yang disediakan untuk menyelesaikan keseluruhan tes ini adalah 195 menit. Tidak disediakan waktu istirahat ketika tes sedang berlangsung.

Berikut ini adalah uraian singkat mengenai masing-masing tes dalam UTBK-SNBT Tahun 2026.

Tes Potensi Skolastik

Tes Potensi Skolastik dalam UTBK bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif yang dipelajari dan berkembang melalui proses belajar dan pengalaman, baik di dalam maupun di luar kelas. Kemampuan ini diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi. Tes ini terdiri atas empat subtes, yaitu subtes Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, serta Pengetahuan Kuantitatif.


Penalaran Umum




Penalaran Induktif

10 soal

10 menit




Penalaran Deduktif

10 soal

10 menit




Penalaran Kuantitatif

10 soal

10 menit

Subtes Penalaran Umum bertujuan untuk menilai kemampuan seseorang untuk secara terarah dan terkendali menggunakan prosedur-prosedur untuk memecahkan masalah-masalah baru yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang sudah dipelajari sebelumnya. Kemampuan yang diujikan dalam subtes ini terdiri atas kemampuan berpikir secara induktif, deduktif, serta kemampuan penalaran kuantitatif, yaitu kemampuan untuk dapat bernalar dengan menggunakan medium yang berupa angka-angka.

Yang dimaksudkan dengan kemampuan berpikir secara induktif adalah kemampuan untuk mengamati fakta-fakta atau kejadian-kejadian untuk menemukan prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang mendasarinya. Yang dimaksudkan dengan kemampuan berpikir secara deduktif adalah kemampuan seseorang untuk bernalar secara logis dengan menggunakan premis-premis dan prinsip-prinsip yang telah diketahui sebelumnya. Adapun yang dimaksudkan dengan kemampuan berpikir melalui penggunaan angka adalah kemampuan berpikir yang melibatkan kuantitas, hubungan matematika sederhana, yang melibatkan penggunaan operator aritmetika dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.



Pengetahuan dan Pemahaman Umum

20 soal

15 menit

Subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif melalui pengetahuan leksikal, informasi, dan pengetahuan umum yang dianggap penting dalam lingkup sosial budaya Indonesia, serta mengukur perkembangan bahasa. Tes ini dirancang dengan menekankan pada keterkaitan antara permasalahan dan bacaan untuk menilai kemampuan menganalisis, menghubungkan, dan menyimpulkan berbagai bentuk kata, frasa, serta kalimat sesuai dengan konteks dalam bacaan. Subtes ini memuat pertanyaan singkat, bacaan pendek dengan satu pertanyaan, dan bacaan panjang yang mencakup beberapa pertanyaan.



Pemahaman Bacaan dan Menulis

20 soal

25 menit

Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis mengukur kemampuan peserta dalam memahami membaca dan kemampuan dalam menulis. Kemampuan yang diukur lebih dipusatkan pada kemampuan menulis yang didasarkan atas pemahaman terhadap bacaan. Cakupan materi soal Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis meliputi (1) pemilihan gagasan, (2) penataan gagasan, dan (3) perbaikan gagasan. Materi pemilihan gagasan meliputi penentuan judul bacaan, penentuan diksi yang tepat, penentuan gagasan pelengkap kalimat, dan pelengkapan gagasan paragraf. Materi penataan gagasan meliputi penentuan kalimat inti kalimat, penggabungan kalimat, penentuan gagasan bertanda baca tepat, pengurutan kalimat dalam paragraf, penempatan kalimat pada posisi yang tepat, dan pemvariasian kalimat. Materi perbaikan gagasan meliputi perbaikan penulisan kata serapan, penulisan huruf, penulisan kata gabung, perbaikan kata, perbaikan kata sambung, penentuan cara memperbaiki kalimat, penentuan kata yang mubazir, penentuan kalimat ringkas, perbaikan kalimat, dan perbaikan diksi.



Pengetahuan Kuantitatif

20 soal

20 menit

Subtes Pengetahuan Kuantitatif mengukur kemampuan peserta dalam berpikir logis, sistematis, kritis, analitis, kreatif, dan argumentatif melalui keluasan dan kedalaman pengetahuan matematika. Materi yang diujikan mencakup konsep-konsep matematika seperti bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, analisis data, dan peluang.

Untuk mengerjakan subtes ini, peserta diharapkan tidak hanya menguasai rumus matematika, tetapi juga mampu memahami pola, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, dan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu terbatas. Selain itu, ujian ini juga menuntut ketelitian, kecepatan, dan ketepatan pemilihan/penggunaan strategi dalam menyelesaikan soal. Oleh karena itu, pemahaman fakta, konsep, dan prinsip matematika yang luas dan mendalam sangat diperlukan agar peserta dapat mencapai hasil yang optimal.

Cakupan dan kedalaman materi yang dujikan berkesesuaian dengan bahan ajar dalam kurikulum SMA/sederajat yang berlaku di Indonesia.

Tes Literasi

Merupakan subtes dalam UTBK-SNBT Tahun 2026 bertujuan untuk menilai kapasitas peserta untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengolah informasi, dan berkomunikasi menggunakan materi tertulis dalam berbagai konteks. Literasi dipandang kunci bagi seseorang untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern. Tes ini terdiri atas Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.


Literasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris




Literasi dalam Bahasa Indonesia

30 soal

42.5 menit

Literasi dalam Bahasa Indonesia merupakan subtes dalam UTBK yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi ilmu pengetahuan dalam teks berbahasa Indonesia. Dengan tujuan tersebut, subtes ini bukan sekadar ujian yang mengukur kemampuan berbahasa Indonesia. Literasi dalam Bahasa Indonesia menghadapkan peserta UTBK pada aktivitas menemukan, memahami, menilai, dan merefleksi informasi dalam teks berbahasa Indonesia. Teks-teks yang disajikan berkonteks saintek, sosial humaniora, dan personal yang harus dikuasai peserta untuk dapat berhasil dengan baik dalam subtes ini. Teks berkonteks saintek berisi domain khusus bidang kimia, fisika, dan biologi. Teks berkonteks sosial humaniora bermuatan domain khusus ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi. Adapun teks berkonteks personal bermuatan domain khusus apresiasi sastra.

Keluasan dan kedalaman materi domain khusus tersebut berkesesuaian dengan bahan ajar dalam kurikulum SMA/sederajat yang berlaku.




Literasi dalam Bahasa Inggris

20 soal

20 menit

Literasi dalam Bahasa Inggris merupakan subtes dalam UTBK yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi ilmu pengetahuan dalam teks berbahasa Inggris. Dengan tujuan tersebut, subtes ini bukan semata-mata merupakan ujian peguasaan bahasa Inggris. Literasi dalam Bahasa Inggris menghadapkan peserta UTBK pada aktivitas menemukan, memahami, menilai, dan merefleksi informasi dalam teks berbahasa Inggris. Teks-teks yang disajikan berkonteks saintek, sosial humaniora, dan personal. Teks berkonteks saintek berisi domain khusus bidang kimia, fisika, dan biologi. Teks berkonteks sosial humaniora bermuatan domain khusus ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi. Adapun teks berkonteks personal bermuatan domain khusus apresiasi sastra. Keluasan dan kedalaman materi domain khusus tersebut berkesesuaian dengan bahan ajar dalam kurikulum SMA/sederajat yang berlaku.

Keseluruhan subtes Literasi dalam Bahasa Inggris berisi butir-butir yang terdiri atas butir soal berkonteks saintek, butir soal berkonteks sosial humaniora, dan soal berkonteks personal.



Penalaran Matematika

20 soal

42.5 menit

Dalam UTBK, Penalaran Matematika (Mathematical Reasoning) diposisikan sebagai inti dari literasi matematika. Subtes ini tidak hanya mengukur kemampuan peserta untuk menghitung atau menghafal rumus, tetapi juga kemampuan mereka untuk berpikir secara logis dan menggunakan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata.

Penalaran matematika didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengevaluasi situasi, menarik kesimpulan, dan menggunakan argumen logis. Dalam kerangka UTBK, kemampuan ini menghubungkan masalah di dunia nyata dengan solusi matematika yang menyangkut:

  • menganalisis argumen matematika.
  • menentukan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah.
  • mengenali struktur atau pola matematika dalam situasi yang kompleks.
  • mengembangkan argumen logis untuk mendukung sebuah solusi.

Penalaran matematika bekerja melalui tiga proses kognitif utama yang sering digambarkan dalam sebuah siklus:

  • Merumuskan (Formulating): Mengubah masalah dari konteks dunia nyata ke dalam bentuk matematika formal (misalnya, membuat persamaan dari sebuah cerita).
  • Menggunakan (Employing): Menerapkan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika untuk mendapatkan hasil (seperti melakukan kalkulasi atau manipulasi aljabar).
  • Menafsirkan dan Mengevaluasi (Interpreting & Evaluating): Mengambil hasil matematika tersebut dan merefleksikannya kembali ke konteks awal untuk melihat apakah solusi tersebut masuk akal secara praktis

Masalah-masalah yang harus dipecahkan oleh peserta dalam subtes Penalaran Matematika disajikan dalam berbagai konteks, mulai dari konteks pribadi, pekerjaan, sosial, hingga ilmiah.